Warning: Creating default object from empty value in /home/kuning/public_html/tabloid/wp-content/themes/canvas/functions/admin-hooks.php on line 160

Bintaro Onthel Society

Melestarikan Sepeda Onthel Melalui Kegiatan Sosial

BOS 1Meskipun harga sepeda onthel semakin meningkat, antusias masyarakat untuk memiliki sepeda berdesain ala Belanda ini tak berhenti bahkan semakin besar. Selain menyehatkan tubuh melalui gowesannya, onthelis memiliki kenikmatan tersendiri untuk mempercantik sepeda tua miliknya.

Bagi pecinta sepeda tua, banyak yang diperlukan untuk mewujudkan sepeda yang diinginkan untuk mendekati wujud orisinil awal. Melalui interaksi yang terjalin secara continue, para onthelis dapat saling bertukar informasi hingga onderdil sepeda di tengah keterbatasan pengetahuan dan referensi. Banyaknya komunitas sepeda onthel yang terbentuk semakin memudahkan onthelis untuk bergabung dan membagi pengalaman dengan onthelis lain.

Sepeda onthel, atau bisa juga disebut sepeda unta, sepeda kebo, atau pit pancal, merupakan sebuah sepeda yang biasa digunakan oleh masyarakat hingga tahun 1970-an. Sepeda dengan desain yang mengacu pada sepeda Belanda ini memiliki ciri seperti rumah rantai yang tertutup, gigi yang tidak bisa diubah, dan dilengkapi rem drum. Di Indonesia, berbagai merek sepeda onthel beredar di pasaran, seperti Fongers, Gazelle dan Sunbeam. Kemudian ada juga Simplex, Burgers, Raleigh, Humber, Rudge, Batavus, Phillips dan NSU.
Jika Anda datang ke bundaran dekat Bank Permata Sektor 7 Bintaro di hari minggu pagi, Anda pasti akan melihat sekumpulan orang dengan sepeda tuanya sedang berkumpul. Di sanalah para anggota Bintaro Onthel Society saling berbagi cerita dan pengalaman, membicarakan hobi sepeda tuanya. Kegiatan rutin berkumpul ini dilakukan selain untuk bertukar informasi, juga untuk saling menguatkan hubungan kekeluargaan yang sudah terjalin antar anggota. Seperti yang diungkapkan oleh Ali, salah satu anggota aktif Bintaro Onthel Society (BOS).

BOS 4Ali mengatakan, untuk menjadi anggota BOS, tidak ada syarat khusus, “yang penting punya sepeda onthel,” ujar Pak Ali. “Kalau punya sepeda onthel, ikut kumpul saja, gabung, kan lama-lama menjadi akrab, dan ikut setiap kegiatan BOS,” lanjutnya. Diungkapkan pula, tak ada batasan umur untuk dapat bergabung dengan BOS, karena selama ini banyak anggota yang masih berusia muda sudah bergabung dan akrab dengan anggota yang bahkan sudah sepuh. “Yang biasanya terjadi adalah karena bapaknya udah gabung, anaknya juga ikutan karena suka,” terang pria paruh baya ini.

Komunitas yang berdiri sejak tanggal 24 Maret 2008 ini hingga kini memiliki anggota yang tercatat sebanyak 200 orang, namun anggota aktif yang sering ikut kegiatan adalah sebanyak 50 orang. Para anggota BOS pun memiliki beragam latar belakang, mulai dari pensiunan POLRI, ABRI, atau swasta, hingga perwira POLRI, karyawan BUMN, karyawan Bank, pengusaha kecil, dan karyawan biasa.
Di bawah naungan Komunitas Sepeda Tua Indonesia, BOS seringkali mengikuti kegiatan berskala nasional. Biasanyan para anggota BOS mendapat undangan dari komunitas sepeda onthel di kota lain untuk datang pada acara ulang tahun komunitas mereka. Pada kesempatan itu tak jarang seluruh komunitas yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia ikut serta. Selain itu, pernah juga salah satu anggota BOS diundang ke Malaysia untuk hadir pada kegiatan pecinta sepeda di negeri jiran tersebut.

Untuk mempererat tali silaturahmi antar pecinta sepeda tua di antara komunitas di negara tetangga, BOS bertukar logo/bendera. Seperti yang dilakukan ketika komunitas sepeda tua Malaysia berkunjung ke Indonesia. Begitupun ketika Bintaro Onthel Society bertemu dengan anggota komunitas asal negeri kincir angina, Belanda.

Kegiatan terbaru yang dilakukan para anggota Bintaro Onthel Society adalah melakukan kunjungan ke Kutoharjo. Di sana, para perwakilan anggota yang umumnya sudah berusia lanjut itu melakukan kegiatan gabungan dengan pecinta kereta. Selain Kutoharjo, anggota BOS juga mengunjungi stasiun kereta api lainnya seperti Stasiun kota Tua Jakarta, dan Stasiun Cirebon.
Selain aktif dalam urusan organisasi, Bintaro Onthel Society juga tak melupakan kegiatan sosial. Bukan hanya sekedar kumpul-kumpul semata, anggota BOS seringkali mengikuti kegiatan sosial seperti saat terjadinya tanggul jebol di Situgintung. Bukan hanya itu saja, dalam kegiatan-kegiatan sosial lainnya BOS juga turut serta berbagi dengan yang membutuhkan. Keep gowes!

Regardless of how exact it is, this is a good way to jump through a lyric video if you’re phonetrackingapps.com/ search for something, but I don’t recommend using it for anything else as there’s really no reason to