Warning: Creating default object from empty value in /home/kuning/public_html/tabloid/wp-content/themes/canvas/functions/admin-hooks.php on line 160

Chi Zhe : Melalui Tristar Sebarkan Semangat Wirausahawan ke Serpong.

Picture 087Sebaik-baiknya manusia adalah yang dapat berguna buat orang dan Sebaik-baiknya orang yang berilmu adalah yang menyebarkan ilmunya di jalan kebaikan. Kira-kira itulah gambaran yang tepat untuk sosok Chi Zhe, yang mencoba membagikan ilmu kewirausahaannya dengan Tristar Culinary Institute yang ia jalankan di Serpong.

Kisah perempuan kelahiran tahun 1963 menjalankan bisnis kursus yang menumbuhkan kemandirian diawali di kota Surabaya, tepatnya di tahun 1997. Kala itu ia turut membantu usaha adiknya Ir. Juwono Saroso merintis Tristar. “Niatan adik saya kala itu ingin membantu orang-orang yang mandiri dan ahli dibidangnya,” ujar Chi Zhe

Niat mulia itulah yang akhirnya coba dituangkan ke dalam visi dari Tristar, yakni ‘Menjadi pusat pendidikan, pelatihan dan pengembangan Sekolah Kuliner terkemuka yang mempu menghasilkan tenaga ahli secara profesional’. Meski pada kenyataannya Tristar tidak hanya menggelar kursus kulinaria, sebut saja aneka kursus lainnya seperti pembuatan aneka produk kecantikan, namun kursus kuliner-lah memang yang melekat pada  Tristar.

Ia mengisahkan awalnya Tristar hanyalah kursus sederhana dan jauh dari apa yang telah dapat dilihat di Surabaya saat ini. “Dulu kita mulai buka kursus pada  dua buah ruko yang dijadikan satu, pengajarnya pun  terbatas hanya sekitar tujuh sampai sepuluh orang. Jauh dari perkembangannya sekarang yang memiliki akademi pariwisata. Waktu itu kita buka di Jalan Rungkut Surabaya,” jelas Chi Zhe. Ibu dua orang anak tersebut juga menambahkan pada awalnya ia merasakan betapa minat masyarakat pada dunia tata boga memang masih kurang. “Waktu itu di SMK-SMK saja sudah jadi hal yang wajar kalau beberapa jurusan tata boganya kosong tak ada muridnya,” gambar owner Tristar perwakilan Jakarta tersebut.

Mereka tak lantas gentar menjalankan usahanya. Tristar justru tetap mencoba menghadirkan materi pembelajaran terbaik. Salah satu hal yang  ditonjolkan Tristar dalam pengajarannya adalah banyaknya materi praktik dalam pengajarannya. “Mungkin yang beda dari tempat kursus masak lainnya di Surabaya, pengajaran kita 70 persennya adalah praktik”  jelasnya. Semangat berwirausaha juga coba sedikit diberikan pada peserta didiknya. Tak heran bagusnya lulusan Tristar, membuat usaha milik Chi Zhe semakin tumbuh peminat. “Akhirnya dari mereka-mereka yang pernah banyak yang meminta agar Tristar membuka pendidikan kuliner yang lebih intensif,” tambah kakak pendiri Tristar tersebut.

Dari adanya suara-suara tersebut Tristar, kemudaian membuka sekolah kuliner mereka, tahun 2008. “Dengan adanya sekolah kita bisa memberikan materi ajar yang lebih intensif, diharapkan nanti lulusannya bisa langsung mandiri,” jelasnya. Pada awalnya Tristar Culinary Institute hanya memilki dua subjek penjurusan, yakni Culinary dan Pastry, murid-murid yang bergabung kala itu juga masih sangat terbatas. Tristar Culinary Institute pada awalnya hanya berjumlah 17 orang saja. “Awalnya memang kita rasakan peminatnya boleh dibilang masih sedikit. Tapi perlahan mulai terasa peningkatannya,” terang perempuan yang sempat mengenyam pendidikan di Ubaya tersebut, walaupun tidak selesai klarena kesibukannya bekerja. Sejak pertama kali dibuka tahun 2008 dengan hanya 17 siswa, kini jumlah keseluruhan telah mencapai angka lebih dari 400 orang.

Salah satu kiat  Chi Zhe dan timnya dalam rangka memajukan  sekolah kuliner tersebut adalah dengan keaktifan Tristar mengikuti berbagai acara di Surabaya. “Kita  juga  aktif untuk ikut serta pada berbagai event di Surabaya. Hal itu juga yang mengkin membuat lulusan kami memiliki rasa percaya diri dan pengalaman yang baik ketika  lulus dari sekolah,” jabarnya. Beberapa  event penting Tristar adalah pembuatan Naga Raksasa setinggi tiga meter dari buah-buahan dan juga memecahkan rekor MURI pada 17 Januari 2009, dengan menghadirkan 1300 anak, menghias kue tar. Kini Tristar telah semakin berkembang dengan membuka Sekolah Tinggi Pariwisata  Majapahit.

Berbekal sukses di Surabaya, kini Tristar coba di Chi Zhe lebih dekat ke Ibukota, tepatnya di kawasan kota Serpong, Komplek Ruko BSD Sektor 7 Blok RL 31-33. Ia pun memboyong serta keluarganya pindah dari Surabaya, agar dapat total mengomandoi Tristar di kawasan Jakarta Raya. Pemilihan Serpong sebagai lokasi teranyar milik Tristar, tak lepas dari perhitungan Chi Zhe yang menganggap kota tersebut amat representatif  untuk membangun lembaga pendidikan. “ Secara suasana Serpong itu nyaman dan tata kotanya juga bagus. Jadi sangat cocok untuk pendidikan,” jelasnya.

Selain itu banyaknya sekolah berkualitas di kawasan tersebut, yang tentunya memilki kegiatan ekstrakulikuler beragam, serta pemikiran maju para orangtua di Serpong juga jadi perhitungan tersendiri mengapa Tristar mendirikan sekolahnya di sana. “Zaman sekarangkan anak-anak lebih berkembang karena sadarnya orang tua dalam mengarahkan minat sang anak sejak kecil. Tentunya kesadaran itu  muncul dari orang tua yang berpendidikan. Dalam pandangan saya penduduk Serpong mewakili kriteria tersebut,” jelasnya.

Chi Zhe pun memiliki beberapa harapan terkait  dibukanya cabang baru Tristar di Serpong. “ Untuk jangka pendek, saat ini kita baru memulai kelas kursus untuk sekolah semoga bisa kita mulai bulan Januari tahun depan. Sedang untuk harapan jangka panjang kita ingin Tristar di Serpong ini menjadi yang terbesar bahkan melebihi Surabaya, hal ini nggak lepas dari lokasinya yang dekat dengan Ibukota,” harap Chi Zhe. Adapun untuk menggapai harapannya tersebut ia selalu memegang teguh prinsip untuk selau berkembang dan tidak puas dengan apa yang telah dimiliki. “Hidup ini kita harus trus belajar dan memperbaiki diri. Karena dari sana kita bisa tahu mana yang lebih baik,” tutupnya. Semoga menginspirasi

Learn about finance subject through our finance assignment help finance do my homework online by http://domyhomework.guru/ is a broad term