Warning: Creating default object from empty value in /home/kuning/public_html/tabloid/wp-content/themes/canvas/functions/admin-hooks.php on line 160
guru-era-baru

Guru Era Baru

Dahulu, pola pengajaran yang diterapkan bersifat manual, namun, tidak di era komputerisasi saat ini. Di era digital, seorang murid harus aktif mencari sendiri materi yang dibutuhkannya melalui beragam sumber, salah satunya internet, sedangkan sang guru cukup mengoreksi, serta memberikan penjelasan. Hal inilah yang memunculkan sebutan Guru Era Baru.

Sebagai catatan, sebagian besar dari 2,9 juta guru di Indonesia, termasuk “gaptek” alias gagap teknologi. Hal ini tentunya  merisaukan, sebab saat ini, teknologi internet merupakan salah satu fasilitas untuk mempermudah komunikasi tentang berbagai jenis ilmu pengetahuan yang akan mendukung proses belajar-mengajar.

Guru Era Baru atau biasa yang dikenal dengan “GURARU”, merupakan inisiatif Acer Group Indonesia untuk meningkatkan IT-literacy atau melek TI kepada staff pengajar, sehingga dalam proses belajar-mengajar para guru ini dapat memanfaatkan teknologi yang diharapkan akan berjalan secara efektif dan interaktif, sehingga dapat mensupport  partisipasi para peserta didik. Dengan demikian, untuk menjalankan peran di atas dengan optimal, maka sosok guru di era baru harus mampu bekerja secara profesional.  Setidaknya, para Guru ini harus memiliki 4 kompetensi dasar, seperti kompetensi profesional, kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial, (Sugiyanto, 2010, Model-Model Pembelajaran Inovatif)

Kompetensi profesional dan paedagogik berhubungan dengan kemampuan guru dalam menunaikan tugas-tugas keguruan atau pembelajaran. Antara lain, kemampuan dalam penguasaan psikologi pengajaran, penguasaan materi pelajaran, metode dan strategi pembelajaran, kemampuan dalam mengevaluasi dan meningkatan kinerja pembelajaran.Sedangkan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial ini terkait dengan keberadaannnya di tengah masyarakat, yang harus memiliki integritas, kredibiltas dan moralitas yang tinggi, dapat dipercaya, dihargai, dapat menjadi tauladan dan ikut berperan aktif dalam mendorong berbagai kegiatan sosial yang positif.
(Photo:a-vrd.blogspot.com)