Warning: Creating default object from empty value in /home/kuning/public_html/tabloid/wp-content/themes/canvas/functions/admin-hooks.php on line 160

Komunitas Nebengers: Membantu Mengurai Kemacetan dengan Berbagi Kursi Kosong

Nebengers 1Kemacetan di kota-kota besar seperti Jakarta nampaknya sudah menjadi hal yang lumrah. Bukan tanpa sebab macet semakin merajalela bahkan hingga menyebabkan tingkat stress warga ibukota semakin tinggi, lihat saja jumlah kendaraan pribadi yang kini lalu lalang di jalan. Bahkan jumlahnya kini melebihi kapasitas jalan. Sayangnya, kemacetan yang terjadi setiap hari ini tidak diimbangi dengan sarana transportasi yang cukup baik. Tidak heran jika kini banyak orang memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Terlebih kini satu kendaraan hanya mengangkut satu orang saja.

Sudah tentu kemacetan semakin meresahkan masyarakat. Meskipun pemerintah telah berupaya mengurangi kemacetan ibukota dengan memberlakukan 3 in one di beberapa titik, kenyataannya hal tersebut tidak memberi pengaruh berarti.

Beberapa tahun terakhir kita pasti sering mendengar komunitas yang peduli dengan permasalahan macet di ibukota. Cara yang ditempuh pun terbilang unik, yakni dengan saling memberi dan mencari tebengan. Komunitas Nebengers inilah yang akhirnya melebar bukan hanya di Jakarta melainkan mencakup Jabodetabek, Jawa, Bali, dan Sumatra.

Berawal dari ide seorang bernama Andreas A. Swasti yang sehari-harinya saling memberi tumpangan kepada sang Mama dan anggota keluarga lain. Saat itu ia berpikir untuk memberi tumpangan kepada tetangga yang juga searah. Hingga akhirnya ia mencetuskan untuk menyebarluaskan melalui media sosial seperti Twitter. Komunitas Nebengers resmi berdiri di tanggal 7 Desember 2011 lalu.

Nebengers 4Nebengers memiliki 12 distrik yang dilengkapi lurah, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Bekasi, Tangerang Selatan, Bandung, Bogor, Cinere, dan Depok. Selain itu ada juga yang belum dipimpin seorang lurah, yaitu Jogja, Semarang, Bali, Palembang. Antara Jawa Sumatra dan Bali sudah mulai ada yang memposting rute untuk di share.

Semenjak awal, tugas Lurah adalah memverifikasi, karena agak kesulitan jika founder langsung yang melakukan pengecekan. Verifikasi yang dilakukan adalah memastikan kebenaran warga dengan rute yang disebutkan, mencari tahu orang tersebut benar-benar nyata atau tidak, verifikasi tersebut dilakukan salah satunya melalui kopdar. “Kalau di Twitter kan kadang muka sama orangnya beda,” terang Dyah Sisca Paramitha selaku Lurah Distrik Tangsel.

Distrik Tangsel memiliki kegiatan rutin yang sudah pasti dilakukan antara lain kopdar, Night Run setiap hari Selasa dan Kamis di Gelora Bung Karno, seminggu atau dua minggu sekali ada kumpul-kumpul non kopdar yang kegiatannya biasanya seperti ngopi bareng. Kopdar rutin pasti diadakan sebulan sekali dengan tempat berbeda-beda di sekitaran BSD dan Bintaro.

Distrik Tangsel berdiri semenjak kopi darat pertama, yaitu saat peringatan ulang tahun pertama Nebengers, di tahun 2012. Hingga kini, anggota yang tercatat di data web distrik Tangsel sudah mencapai 400an orang, sedangkan menurut data di email berjumla 300 hampir 400 orang.
Untuk menjadi anggota Nebengers Tangsel, yang pertama dilakukan adalah follow @nebengers kemudian biasanya calon anggota akan mencari tahu lurahnya. Dari situ, Dydy selaku lurah akan mengirim format biodata yang terdiri dari nama, email, nomor handphone, kalau memiliki rute tetap juga boleh dicantumkan. Semua data tersebut dikirim ke alamat email tim.tangsel@nebengers.com, agar selanjutnya tim nebengers dapat melakukan follow up untuk diajak gabung ke dalam grup Whats Up atau ikut kopdar.

Komunitas Nebengers terutama distrik Tangsel tidak mempunyai batasan umur untuk anggota yang ingin bergabung, tapi hingga sejauh ini diakui Dydy kebanyakan anggotanya berumur sekitar 15 hingga 30 tahun. Ada beberapa anggota yang berusia di atsa 30 tahun, tapi tidak banyak.
Rute yang selama ini dilalui sangat variatif, namun rata-rata memang menuju seputaran Jakarta Selatan, tapi menurut Dydy ada juga yang hanya dari Rempoa ke BSD, atau rute pendek lainnya.(*)

When reading course descriptions, ask https://pro-essay-writer.com/ yourself does the course involve applying theory to real-life situations