Warning: Creating default object from empty value in /home/kuning/public_html/tabloid/wp-content/themes/canvas/functions/admin-hooks.php on line 160

Minimal Invasive Surgery

IMG_4568Bagisebagaian orang, mendengar kata operasi mungkin terasa menyeramkan. Betapa tidak, dalam bayangan masyarakat awam, operasi pasti menyakitkan karena harus ada pembedahan besar di tubuhnya. Selain itu juga membutuhkan waktu yang lama untuk proses penyembuhannya, belum lagi resiko infeksiĀ  yang akan muncul di kemudian hari. Dunia kedokteran yang berkembang saat ini, proses pembedahan tubuh dilakukan hanya dengan membuat lubang kecil untuk kemudian dimasukan beberapa peralatan seperti kamera kecil, gunting, atau alat penyedot. Teknik pembedahan ini disebut Minimal Invasive Surgery.

Dalam Seminar Dokter yang diadakan di Auditorium Ang Boen Ing Mayapada Hospital pada tanggal 12 Oktober lalu, 6 dokter ahli dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan berkesempatan berbagi ilmu kepada ratusan dokter umum dan spesialis yang hadir. Seminar yang mengangkat tema Minimally Invasive Surgery in Various Medical Cases ini mengangkat beberapa topik berbeda yakni teknik minimal invasive dalam bedah tulang belakang, kista, urology, THT, dan bedah otak pada anak.

Dengan dibuka langsung oleh ketua IDI Jakarta Selatan, yakni Dr. Sjafrusin, Sp. THT-KL dan menampilkan keynote speaker Prof .Dr.dr.Satyanegara, SpBS dari Mayapada Hospital, para dokter ahli menyampaikan teknik dan keuntungan bedah minimal invasive berdasarkan bidang masing-masing.

IMG_4538Dalam sesi pertama, dr.Akbari Wahyudi Kusumah, SpU menerangkan mengenai operasiurologi yang dapat dilakukan pada kasus penyumbatan saluran kemih atau faktor keturunan, dan lain-lain. Selanjutnya DR.dr.Luthfi Gatam, SpOT (K) Spine menyampaikan keuntungan bedah minimal invasiv eadalah bekas luka dan nyeri yang minimal, jangka waktu perawatan di rumah sakit lebih cepat, dan pemulihan lebih cepat. Sedangkan dr.Errawan menjelaskan lebih lanjut mengenai teknik aplikasi laparoscopy dengan need lescoopy, gastric banding, reseksi, dan laparoscopy gastrectomy pada abdomen.

Pada sesi kedua, lebihlanjut dr. Ibnu H. Fadillah, Sp. THT-KL menerangkan tentang peran endoskopi dalam tata laksana masalah telinga, hidung dan tenggorokanmu menggunakan teknik minimal invasive. Di kesempatan selanjutnya Dr.Setyo Hermanto dalam penjelasannya mengatakan, tehnik laparoskopi pada kistaovarium, selain bisa juga digunakan untuk mendiagnosa kesuburan, kehamilan di luar kandungan, kelainan bawaan, dan tumor pada genital. Disusul dr. Samsul Ashari, SpBS yang memberi penjelasan tentang Pediatric Neurosurgery dalam teknik minimal invasive surgery.(teks: Yuniska Mega Putri/ foto: Yuniska Mega Putri)